Rabu, 27 Mei 2009

Jangan Panggil Aku Ummi.....


Di hari-hari pertama aku dan suamiku menjalani kehidupan baru setelah menikah adalah menjalani masa perkenalan.Karena sebelum menikah kami tidak pacaran,maka banyak hal yang perlu kami tanyakan..tentang masa kecil,makanan kesukaan,saudara termasuk bagaimana sebaiknya suami memanggilku.

Lucu ya...panggilan apa yang cocok untuk istri saja didiskusikan....
Waktu itu kami sedang bersiap-siap untuk shalat isya berjama'ah...
"Sebaiknya saya panggil apa ya..?"kata suamiku yang selalu ber-"saya-kamu" sambil meggelar sajadah.
"Mmm...bagaimana kalau adik..?"tanyanya
"Nggak ah..saya kan lebih tua.."jawabku.Aku memang dua setengah tahun dilahirkan lebih cepat daripada suamiku.
"bagaimana dengan..Mbak..?"tanyaku sambil tertawa kecil."kan saya lebih tua?"
"he..he..masa suami manggil istrinya Mbak..?jawabnya
"kalau begitu..Nur aja deh..!"kataku daripada terlalu lama berdiskusi,padahal suara adzan sudah berlalu beberapa menit yang lalu.

Kamipun shalat berjama'ah.Aku tahu bukan hanya aku yang kurang puas dengan hasil diskusi kecil itu,suamikupun pasti merasakan hal yang sama.

Hari-hari berikutnya kami lalui dengan tenang....Panggilan "Nur"kepadakupun dilancarkannya.
Tujuh bulan setelah hari pernikahan kami telah berlalu...Kebahagiaan kami semakin terasa ketika kami mengetahui akan ada ruh baru yang akan ditiupkan oleh Yang Menciptakan.
Panggilan "Nur" dari seorang laki-laki lemah lembut bernama Supriyadi itupun silih berganti dengan "Ummi"...

Ah..Ummi..Panggilan indah yang sudah lama aku nanti...
Tapi...panggilan indah itu bukan aku harapkan dari lisan seorang laki-laki yang selama ini membahagiakanku itu..

Di suatu malam yang hening....Aku bercerita kepada suamiku bahwa beberapa tahun yang lalu aku pernah mengikuti ceramah seorang ustadz.Beliau berpesan kepada kami yang mendengarkan nasihat-nasihatnya pada hari itu,agar mengingatkan kepada teman-teman kami yang lain tentang bagaimana seharusnya sepasang suami istri harus memberikan panggilan pada
diri mereka masing-masing.

Sang ustadz menegaskan bahwa jangan memanggil seorang istri degan sebutan Ummi.Demikian pula sebaliknya...tidak semestinya seorang istri memanggil suaminya dengan sebutan Abi.
Sang ustadz menjelaskan bahwa sebutan Ummi dan Abi adalah panggilan seorang anak kepada kedua orang tuanya....

Suamikupun mengangguk-angguk tanda mengerti.
Panggilan terhadapkupun telah berganti dengan cepat menjadi...Sayang...
Kini aku mempunyai dua panggilan yang indah dari orang-orang yang aku kasihi....
...Ummi dan Sayang....

Segala puji bagi Yang Maha Pencipta......
Terimakasih suamiku.....Abang Supriyadi......

By Nurhayati Hanafi

1 komentar:

Supriyadi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.